IKADANA FAPERTA Berbiosaka di Kawasan Hortikultura Uidale Kupang Barat

NTT AKTUAL. KUPANG. Bertempat di Kawasan Hortikultura Uidale Desa Oematnunu Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang, Sabtu, 20 Juli 2024, Ikatan Alumni Universitas Nusa Cendana Fakultas Pertanian (Ikadana Faperta), kembali melakukan kegiatan pengabdian masyarakat periode bulan Juli 2024 melalui kegiatan penyuluhan Peningkatan Dinamika Kelas Kemampuan Kelompoktani dan Proses pembuatan dan penerapan Elisitor Biosaka pada lahan usahatani hortikultura, dipimpin Ketua Ikadana Faperta Nixon M. Balukh, SP, M.Si, Bersama Wakil Sekretaris Saptarina Sulla, SP, Alumni Daud Kedoh, SP dan Antonia Laa, SP serta Badan Eksekutuif Mahasiswa (BEM)/Mahasiswa Faperta Undana.

Kegiatan ini terlaksana melalui koordinasi bersama Ibu Pendeta Jeny Tuhehai, SP dari GMIT Imanuel Tubutuan-Oematnunu Klasis Kupang Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 4 (empat) kelompoktani yaitu kelompoktani Cahaya, kelompoktani Imanuel, kelompoktani Tunas Tuluk dan kelompoktani Uidela.

Bacaan Lainnya

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari program kerja Bidang Pengabdian Masyarakat Ikadana Faperta yang dilakukan melalui Penyuluhan peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompoktani serta Pembuatan dan Penerapan Elisitor Biosaka.

“Kami fokuskan pada kelompoktani kelas pemula dan kelas lanjut serta lahan-lahan petani/kelompoktani yang sudah ada pertanaman sehingga setelah praktek cara pembuatannya langsung diaplikasi pada lahan petani/kelompoktani dan akan dilanjutkan oleh para petani/kelompoktani,” ujarnya.

Ketua Ikatan Alumni Faperta Undana (Ikadana Faperta) Nixon Balukh saat memberikan sambutan dan arahan nya. Dokumentasi : istimewa

Lebih lanjut Nixon Balukh bersama tim (Antonia Laa, Daud Kedoh dan Saptarina Sulla)  menyampaikan bahwa untuk mendukung peningkatan dinamika kelas kemampuan kelompoktani maka materi penyuluhan yang disampaikan difokuskan pada peningkatan pemahaman terhadap kelompoktani sebagai organisasi, fungsi kelompoktani (sebagai unit usaha, kelas belajar dan wahana Kerjasama) serta peningkatan kemampuan/kompetensi (aspek kemampuan merencanakan, kemampuan mengorganisasikan, kemampuan melaksanakan kegiatan, kemampuan melakukan pengendalian dan pelaporan, kemampuan mengembangkan kepemimpinan kelompok) untuk kelas kemampuan kelompoktani pemula menjadi kelas lanjut, kelas madya dan kelas utama.

 Sedangkan untuk mendukung penerapan biosaka maka Ikadana Faperta memberikan bantuan   1 unit Hand Sprayer Biosaka dan TDS (Total Dissolve Solid) Meter, bantuan benih hortikultura serta membagikan leaflet biosaka dan leaflet kelompoktani.

Nixon Balukh juga menyampaikan bahwa kalau selama ini petani/kelompoktani menggunakan benih bermutu, pemupukan (organik/anorganik)  berimbang, POC/PHC/ZPT dan Pestisida maka sekarang ditambah satu lagi yaitu Elisitor/Biosaka yang dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan tumbuhan sehat yang berada disekitar kita untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksi usahatani para petani/kelompoktani. 

Tim Biosaka Ikadana Faperta (Antonia Laa, Daud Kedoh dan Saptarina Sulla) dalam penjelasannya menyampaikan bahwa Elisitor Biosaka ini merupakan molekul yang memacu terbentuknya metabolit sekunder di dalam kultur sel atau zat kimia organik dari tumbuhan yang sehat yang apabila disemprotkan pada tanaman akan memberikan suatu sinyal atau mempengaruhi agar tanaman untuk lebih mengaktifkan genetik untuk menghasilkan suatu yang baik bagi tanaman.

Lebih Lanjut secara teknis Tim Biosaka Ikadana Faperta memberikan penjelasan dan praktek bersama mulai dari cara memilih bahan tumbuhannya, cara membuat/meremas bahan biosaka, cara mengukur dan memastikan biosaka yang dibuat berhasil sampai dengan cara melakukan penyemprotan pada tanaman sayur buncis, yang didukung proses pada setiap tahapan oleh  semua Tim Alumni Ikadana Faperta dan mahasiswa yang hadir pada kegiatan pengabdian masyarakat. (**)

Pos terkait